Untuk menambah dan memelihara kesuburan sumber air baku kebutuhan masyarakat di daerahnya, Pemerintah Kabupaten Kuningan pada tahun anggaran 2014 telah membangun sebanyak empat buah situ dan embung.
Selain itu Pemkab Kuningan juga merencanakan untuk membangun serta merehabilitasi puluhan situ serta lokasi potensi embung lainnya secara bertahap.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Kuningan Amirrudin, dalam acara peresmian hasil pembangunan situ dan embung tahun anggaran 2014, Selasa (11/11/2014) menyebutkan, jumlah potensi situ dan embung di Kuningan, terdata sudah ada 113 buah, tersebar di sejumlah kecamatan.
Dari jumlah tersebut, 30 buah di antaranya telah dibangun, dan pada tahun anggaran 2014 Pemkab Kuningan telah membangun lagi empat situ dan embung.
Keempat situ dan embung hasil pembangunan tahun 2014 itu, terdiri atas Situ Balongdayeuh di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Situ Cimanggu di Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Situ Sumur di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, dan Embung Nanggerang di Desa Nanggerang, Kecamatan Kramatmulya.
Peresmian empat situ dan embung itu, Selasa (11/11/2014) dilakukan Bupati Kuningan Utje Choeriah Hamid Suganda ditandai dengan penandatangan prasasti di sekitar Situ Balongdayeuh, Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar.
Selain itu, menurut Amirrudin pada tahun anggaran 2014 Dinas SDAP Kuningan juga telah merehabilitasi Situ Pakembangan di Desa Pakembangan, Kecamatan Mandirancan, Situ Gempol di Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar, dan Situ Darmaloka di Desa Darma, Kecamatan Darma.
“Kegiatan pembangunan dan rehabilitasi situ dan embung tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kuningan tahun anggaran 2014 sebasar Rp 3.687.760.000,” katanya.
Tujuan pembangunan serta rehabilitasi embung dan situ itu, ujarnya, adalah untuk mengoptimalkan fungsi situ dan embung. Yaitu sebagai penampung air hujan, aliran permukaan, serta sumber air lainnya, untuk membantu pemenuhan kebutuhan air baku bagi masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Utje Ch Hami Suganda dalam acara yang dihadiri ratusan masyarakat sekitar, mengharapkan kegiatan tersebut bisa dijadikan titik tolak penumbuhan kesadaran bersama pemerintah dan masyarakat Kuningan. Kebersaman dalam hal melestarikan alam dan lingkungan, serta memelihara infrastruktur setrta prasarana yang telah dibangun.
“Sudah sewajarnya mulai sekarang kita gugah kesadaran kita, tetangga kita, teman kita, dan orang-orang di sekitar kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menjaga kelestarian alam dan sumber daya air serta jaringan prasarana yang telah kita bangun,” katanya.
“Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dan harus kita lakukan, yaitu dengan tidak membuang sampah dan mengotori sungai, saluran irigasi, situ dan embung,” ujar Utje menambahkan.
Acara peresmian pembangunan empat situ dan embung tersebut, juga dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Kuningan. Di antaranya Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kamil Ganda Permadi, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Bunbun Budhiyasa, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ukas Suharfaputra, serta sejumlah kepala dinas lainnya, sejumlah camat dan kepala desa, serta Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah 1 Kuningan dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Hawal Widodo.
Peresmian empat situ dan embung di sekitar Situ Balongdayeuh itu, juga disertai dengan penanaman bibit ikan pada situ tersebut. Selain itu juga disertai penanaman bibit pohon penghijauan lahan sekitar area genangan situ tersebut.